LAPORAN KEGIATAN LITERASI
Kelas : X OTKP 2
I.
Kata
Pengantar
Segala puji bagi Allah SWT dan syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT
karena atas izinnya kami dapat menyelesaikan laporan kunjungan ke stasiun
Gambir ini. Tugas laporan kunjungan ini disusun berdasarkan bimbingan dari guru
SMKN 9 JAKARTA.
Dengan dibuatnya laporan ini, semoga dapat menambah ilmu pengetahuan
tentang kegiatan literasi yang setiap hari rabu saya harap semoga semua yang
saya lakukan mendapat ridho dari Allah SWT dan semoga senantiasa melimpahkan
taufik dan hidayah- Nya.
Akhir
kata dengan segala kerendahan hati bila ada kritik dan saran dari pembaca akan
saya terima dengan senang hati.
Jakarta, 05 April 2018
II.
Kegiatan Literasi SMK N 9 JAKARTA
Literasi ini dimulai dari pertama kita masuk di SMKN
JAKARTA .
kegiatan ini di mulai dari jam 06.15 berbeda dengan bel masuk biasanya, karena
spesial untuk mengadakan kegiatan literasi ini.
Kegiatan ini
berlangsung hingga pukul 06.45 setelah itu ada perwakilan dari peserta literasi
yang ditunjuk kedepan untuk memberikan informasi sedikit tentang yang dibacanya
saat itu. Setelah perwakilan dari peserta selesai di lanjutkan dengan menyanyi
lagu Indonesia Raya.
Tujuan dari
diadakannya kegiatan literasi ini adalah untuk memajukan minat baca siswa .
karena menurut Kepala sekolah kami keinginan baca di Indonesia tinggi, namun
minat bacanya rendah. Berbeda dengan
Negara lain contohnya Jepang, disana minat baca warganya sangatlah tinggi
karena keinginan dari warganya yang sangat kuat.
III.
Sinopsis Novel
Novel
kubah menceritakan tentang seorang aktivis politik yang sempat terjerumus ke
jalan yang salah. Berawal dari pembebasannya dari pulau B, ia bermaksud pulang
ke kampung halamannya, Pegaten. Namun, keraguan menghinggapi dirinya, sehingga
ia urung pulang kembali ke keluarganya.
***
Sewaktu kecil, hidup Karman sangat sederhana setelah ditinggal ayahnya untuk selamanya. Hidupnya serba susah. Sampai-sampai ia hanya bisa menamatkan sekolah SMP, itupun atas bantuan dari Hasyim—pamannya. Semasa kecilnya ia sudah diajarkan bekerja keras. Untuk makan sehari-harinya ia harus bekerja membantu setiap pemanen yang hendak memanen sawahnya. Ia juga bekerja pada Haji Bakir, ia disuruh menjaga dan menemani Rifah—anak bungsu Haji Bakir—bermain.
Ketika dewasa ia dikenal sebagai sosok yang cerdas dan sangat berpotensi dalam bidang politik. Meskipun demikian, ia memiliki sifat mudah terpengaruh oleh orang lain. Hal tersebut menjadikannya terjerumus kejalan yang salah. Ia menjadi salah satu anggota PKI.
Setelah kejadian G30S/PKI, dimana para anggota PKI menculik dan membunuh perwira-perwira tinggi negara, Indonesia mengadakan pembersihan paham komunis. Siapapun yang bergabung dan berhubungan dengan PKI ditangkap dan dijebloskan ke penjara, termasuk Karman. Di dalam penjara tersebut Karman benar-benar mengakui kalau selama ini dia telah masuk ke dalam faham yang salah. Ia mulai mengerti bahwa ajaran PKI itu salah.
Setelah keluar dari penjara, ia tidak lagi hidup bersama istrinya. Karena istrinya sudah menikah lagi dengan laki-laki lain. Akan tetapi, hal tersebut tidak berlangsung lama, Marni—mantan istri Karman—akhirnya kembali kepelukan Karman. Mereka menjalani hidup normal. Hingga pada suatu ketika, Karman melihat masjid milik Haji Bakir telah usang dan terlihat sangat tua. Ia ingat dengan pendidikan keterampilan bertukang saat dia berada dipenjara. Ia lalu menemui Haji Bakir, dan menawarkan diri untuk membangun kubah asalkan materialnya disediakan, dan Haji Bakir menyetujuinya. Dan akhirnya proses pembuatan kubah dan perbaikan masjid itu selesai. Karman beserta yang lainnya sangat puas sekali. Setelah itu, Karman menjadi sangat dekat
***
Sewaktu kecil, hidup Karman sangat sederhana setelah ditinggal ayahnya untuk selamanya. Hidupnya serba susah. Sampai-sampai ia hanya bisa menamatkan sekolah SMP, itupun atas bantuan dari Hasyim—pamannya. Semasa kecilnya ia sudah diajarkan bekerja keras. Untuk makan sehari-harinya ia harus bekerja membantu setiap pemanen yang hendak memanen sawahnya. Ia juga bekerja pada Haji Bakir, ia disuruh menjaga dan menemani Rifah—anak bungsu Haji Bakir—bermain.
Ketika dewasa ia dikenal sebagai sosok yang cerdas dan sangat berpotensi dalam bidang politik. Meskipun demikian, ia memiliki sifat mudah terpengaruh oleh orang lain. Hal tersebut menjadikannya terjerumus kejalan yang salah. Ia menjadi salah satu anggota PKI.
Setelah kejadian G30S/PKI, dimana para anggota PKI menculik dan membunuh perwira-perwira tinggi negara, Indonesia mengadakan pembersihan paham komunis. Siapapun yang bergabung dan berhubungan dengan PKI ditangkap dan dijebloskan ke penjara, termasuk Karman. Di dalam penjara tersebut Karman benar-benar mengakui kalau selama ini dia telah masuk ke dalam faham yang salah. Ia mulai mengerti bahwa ajaran PKI itu salah.
Setelah keluar dari penjara, ia tidak lagi hidup bersama istrinya. Karena istrinya sudah menikah lagi dengan laki-laki lain. Akan tetapi, hal tersebut tidak berlangsung lama, Marni—mantan istri Karman—akhirnya kembali kepelukan Karman. Mereka menjalani hidup normal. Hingga pada suatu ketika, Karman melihat masjid milik Haji Bakir telah usang dan terlihat sangat tua. Ia ingat dengan pendidikan keterampilan bertukang saat dia berada dipenjara. Ia lalu menemui Haji Bakir, dan menawarkan diri untuk membangun kubah asalkan materialnya disediakan, dan Haji Bakir menyetujuinya. Dan akhirnya proses pembuatan kubah dan perbaikan masjid itu selesai. Karman beserta yang lainnya sangat puas sekali. Setelah itu, Karman menjadi sangat dekat
dengan Tuhan Yang
Maha Esa. Hingga akhirnya ia menadi rajin beribadah.
IV.
Penutup
Maksud
dan tujuan di adakannya kegiatan literasi ini yaitu untuk memajukan minat baca
siswa dan siswi SMK N 9 JAKARTA. Semoga dengan di adakannya
literasi ini bisa menambah daya baca warga Indonesia khususnya bagi siswa dan
siswi.
